11/10/09

Kisah Teladan Umar Bin Abdul Aziz (3)


Kisah Teladan Umar Bin Abdul Aziz (3) ini masih rangkaian dari kisah teladan sebelumnya yaitu Kisah Teladan Khalifah Umar Bin Abdul Aziz bagian 1 dan bagian 2 , kali ini kisahnya tentang :

  1. Saat Umar Bin Abdul Aziz Dibaiat Menjadi Khalifah.
  2. Orang Yang Zuhud, Adil Dan Rendah Hati
  3. Percakapan Dengan Putranya Setelah Jadi Khalifah

Selengkapnya Inilah Kisah Teladan Umar Bin Abdul Azis (3) itu :

1. Saat Umar Bin Abdul Aziz Dibaiat Menjadi Khalifah .

Dia dibaiat menjadi khalifah pada usia 37 tahun  setelah wafatnya Sulaiman bin Abdul Malik , sebagai orang yang zuhud  dia tak menyukai jabatan ini. Kemudian dia berbicara dihadapan orang-orang yang dia kumpulkan di mesjid untuk shalat berjamaah ; “ Wahai manusia ! Saya telah diuji untuk mengemban tugas ini tanpa dimintai pendapat, tanpa permintaan dari saya, atau musyawarah kaum Muslimin.   Maka sekarang ini saya membatalkan baiat yang kalian berikan dan untuk selanjutnya pilihlah khalifah yang kalian suka!” Tetapi orang-orang yang hadir dengan serempak mengatakan, “Kami telah memilih engkau wahai Amirul Mukminin. Perintahlah kami dengan kebahagiaan dan keberkatan !” Setelah itu dia lalu menyuruh semua orang untuk bertaqwa, untuk tidak menyukai dunia dan menyukai akhirat, kemudian berkata, “Wahai manusia! Barang siapa menaati Allah, wajib ditaati, siapa yang mendurhakai-Nya tidak boleh ditaati oleh seorangpun. Wahai manusia ! Taatilah saya selama saya menaati Allah dalam memerintahmu dan jika saya mendurhakai-Nya tidak ada seorangpun yang boleh mentaati saya.” Lalu dia turun dari mimbar.

2. Orang  yang Zuhud, Adil Dan Rendah Hati .

Dikisah yang lain , Dari Malik bin Dinar, dia berkata, "Orang-orang berkata, Malik bin Dinar adalah orang yang zuhud " , akan tetapi sebenarnya orang yang bisa dikatakan zuhud itu adalah Umar bin Abdul Aziz yang dikaruniai kemewahan dunia dengan segala isinya akan tetapi dia memilih untuk meninggalkannya."

Umar pernah mengumpulkan sekolompok ahli fikih dan ulama dan mengatakan, “Saya mengumpulkan tuan-tuan ini untuk meminta pendapat mengenai hasil tindak curang yang berada pada keluargaku (pejabat sebelumnya).” Mereka mengatakan, “Itu semua terjadi sebelum masa pemerintahanmu. Maka dosanya berada pada yang merampasnya.” Umar tidak puas dengan pendapat itu dan mengambil pendapat kelompok lain, di dalamnya termasuk putranya Abdul Malik yang mengatakan kepadanya, “Saya berpendapat, hasil-hasil itu harus dikembalikan kepada yang berhak, selama engkau mengetahuinya. Jika tidak dikembalikan engkau telah menjadi patner mereka yang merampasnya dengan curang.” Mendengar itu Umar puas dan langsung berdiri untuk mengembalikan hasil-hasil tindak kecurangan itu.

Kerendahan hati Khalifah Umar juga dapat digambarkan seperti saat menjamu Raja' bin Haiwah. Raja'  bercerita saat bertamu pada malam hari saat lampu mati. Ketika ia berniat memperbaikinya justru Khalifah Umar bin Abdul Aziz melarang dan memperbaikinya sendiri. " Jika kamu duduk, maka aku tetap Umar bin Abdul Aziz (orang biasa yang tak perlu diistimewakan). Dan jika kamu berdiri, maka aku juga tetap Umar bin Abdul ‘Aziz yang celakalah karena memperkerjakan tamunya " , kata Umar.

3. Percakapan Dengan Putranya Setelah Menjadi Khalifah .
Sesampainya di rumah, Umar pergi ke tempat tidur untuk istirahat. Tetapi belum sempat membaringkan badannya, putranya, Abdul Malik datang menghampirinya. Ketika itu usia anaknya 17 tahun. Dia mengatakan, “Apa yang hendak engkau lakukan wahai Amirul Mukminin?” “Oh putraku, aku hendak istirahat sebentar, dalam tubuhku tidak ada kekuatan lagi.” jawab Umar. Abdul Malik berkata lagi, “Apakah engkau istirahat sebelum mengembalikan hak yang dirampas dengan jalan curang kepada yang punya?” Umar menjawab, “Putraku, tadi malam saya begadang untuk mengurus pamanmu, Sulaiman dan nanti waktu Dzuhur saya akan shalat bersama orang-orang dan Insya Allah akan mengembalikan hak-hak yang diambil secara curang itu kepada yang punya.” Abdul Malik berkata lagi, “Siapa yang bisa menjamin dirimu akan hidup sampai Dzuhur wahai Amirul Mukminin?” Serta merta Umar berdiri, lalu mencium dan merangkul anaknya, serta mengatakan, “Segala puji bagi Allah yang telah mengeluarkan dari tulang rusukku seseorang yang menolongku dalam beragama.” Seketika itu juga dia memerintahkan untuk menyeru semua orang, bahwa barang siapa pernah dicurangi orang lain, agar melapor. Umar pun mengembalikan hak-hak yang dirampas dengan curang itu kepada yang punya.

Source :  Kisah Islam , dll

Technorati Tags: Kisah Teladan,Umar Bin Abdul Aziz

Bookmark and Share

  1. Thanks telah mampir, yo kita saling vote dan comment..
  2. Bila berkenan tolong bagikan dengan tombol share di atas.
  3. Gratis langganan artikel blog ini, silahkan klik Disini, atau masukan email disidebar yg telah disediakan

Sobat sedang membaca artikel Kisah Teladan Umar Bin Abdul Aziz (3), bila berkenan silahkan share artikel ini dengan tombol share di atas. Bila mau COPAS untuk di blog sobat, dimohon meletakkan link aktif sebagai Sumbernya dengan copy kode di bawah ini.

Related Post:

29 comments:

JengSRI.Com on November 10, 2009 at 3:08 AM said... Reply

Menjadi adil dan rendah hati itu sulitnya minta ampun. Tapi paling tidak mau belajar untuk adil dan rendah hati :).

Dollar Gratis on November 10, 2009 at 8:51 AM said... Reply

Andaikan semua penguasa negeri ini mencontohnya.. ah makmurlah Indonesiaku

Saung Bisnisku on November 10, 2009 at 8:54 AM said... Reply

Subhanallah .. Cerita tentang Khalifah yang satu ini memang tak ada habisnya. begitu sarat dengan nilai2 keteladanan

Aditx on November 10, 2009 at 11:24 AM said... Reply

Alhamdullilah akhirnya ada cerita yang memberikan Sauri Teladan yang baik

Saung Web on November 10, 2009 at 4:47 PM said... Reply

@ JengSri : Paling tidak kita belajar untuk itu ya jeng
@ Aditx : Makasih kalau memang cerita ada manfaatnya

rumah blogger on November 10, 2009 at 8:08 PM said... Reply

bagaimana kita untuk meniru prilaku beliau,

sabirinnet on November 10, 2009 at 8:10 PM said... Reply

Subhanallah, mudahan kita semua bisa meniru prilaku dan kebaikan beliau, untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, amiinn

alamendah on November 10, 2009 at 9:38 PM said... Reply

Andaikan ada sosok pemimpin seperti ini di Indonesia saat sekarang...
*menghayal*

tukangpoto on November 10, 2009 at 10:03 PM said... Reply

Mudah-mudahan masih banyak orang yang hidup bukan untuk dunia, melainkan untuk akhirat biar adem bumi ini.

yusupman on November 11, 2009 at 12:07 AM said... Reply

Selamat malam...numpang lewat ah...nyari-nyari yg blum ketemu gk ketemu2 akhirnya mampirlah...salam

Saung Web on November 11, 2009 at 12:45 AM said... Reply

@ rumah blogger :
@ Sabirinnet
@ alam endah
@ tukang poto
Memang seandainya aja ada yang seperti itu atau miriplah.. niscaya kemakmuran bangsa ini akan terwujud.. bukan hanya mimpi ya mas alam endah
@ yusupman : malam juga sobat gimana yang dicarinya dah ketemu ???

Raini Munti on November 11, 2009 at 2:52 PM said... Reply

alhamdulillah masih ada yg concern ttg umar sang pemberani

How To Change your Author Blog on November 11, 2009 at 9:10 PM said... Reply

Andaisemua penguasa negeri ini bisa mencontohnya

Pulsa Gratis on November 11, 2009 at 9:12 PM said... Reply

Paling tidak dengan baca ini mengingatkan kita bahwa urusan akhirat juga perlu dipikirkan

Isabel Marco on November 11, 2009 at 9:15 PM said... Reply

Turut suport atas artikel ini

Dollar Gratis on November 11, 2009 at 9:16 PM said... Reply

Kira2 di jaman sekarang ada gak ya pimpinan yang seperti ini

Uang Gratis on November 11, 2009 at 9:41 PM said... Reply

Kalau saya diangkat jadi penguasa.. bisa gak ya seperti itu.. kayaknya susah juga di jaman sekarang ini..

sda on November 12, 2009 at 11:58 AM said... Reply

makasih banget artikelnya, moga jadi suri tauladan bagi kita.

karikatur on November 13, 2009 at 1:39 AM said... Reply

mereka memang orang-orang yang patutu di contoh

Mozila Firefox 3 6 Beta 2 on November 13, 2009 at 5:52 AM said... Reply

@ Raini Munti : Saya memang tertarik dengan kisah2 khalifah yang satu ini selain khalifar Umar Bin khatab
@ sda : Semoga aja mbak Narti paling tidak sebagai pengingat dan pencerah jiwa kita
@ Karikatur : Benar sekali sobat makasih ya telah berkunjung n salam kenal

heryanto on November 19, 2009 at 12:05 AM said... Reply

susah mencari pemimpin seperti umar sekarang, apalagi di indonesia.

pebea on November 21, 2009 at 1:04 PM said... Reply

kalo saya pernah didatangi 1 dari empat sahabat (antara mimpi dan tidak), tapi bukan yang ini, orangnya ganteng...masya alloh ya para sahabat ini. thanks atas artikelnya, o ya saya $undul deh :))

cari uang di internet on May 2, 2010 at 7:50 PM said... Reply

saya kurang mengenalnya lebih jauh

Nikmaya John on March 15, 2011 at 6:14 AM said... Reply

Saya semakin takjub kepada beliau, betapa pemimpin yang adil, bijaksana dan rendah hati....

obat herbal jantung koroner on October 6, 2011 at 11:38 AM said... Reply

setidaknya kita bisa ikututin walaupun sedikit....

hipatitis b dan c on October 6, 2011 at 11:41 AM said... Reply

andaikan pemimpin kita seperti beliau,mungkin negara ini akan penuh dengan berkah

Online Shopping Stores on December 28, 2011 at 4:28 AM said... Reply

idola q..

Online Shopping Stores on December 28, 2011 at 4:33 AM said... Reply

smoga tuhan meridoiny..

Terapi Ion Elektrik on September 12, 2012 at 8:54 PM said... Reply

Nice share broo..
Keep posting yaa :)


Terapi Ion Elektrik Rendam Kaki Detox
Peluang Usaha Rumahan
Terapi Ion
Manfaat Terapi Ion Elektrik
Terapi Ion Elektrik
Terapi Kesehatan Murah
Peluang Usaha Modal Kecil

Apa Komentar Anda..?

 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme !, Converted into Blogger Template by Bloganol dot com ! Modified by Saung Web ! , On Blogger